07 Juli 2008

Susahnya Ngejalanin IB...

Ternyata berbisnis lewat internet itu g mudah ya. Saya kira tinggal beli domain, hosting, bikin artikel, beres. Ternyata g semudah itu! Emang sih saya sudah ada domain dan hosting sehingga tinggal bikin artikel. Tapi itu pun g mudah! Sering kehilangan ide, susah upload dsb.

Tapi insya' Allah hal-hal di atas g akan memutuskan keinginan saya untuk berbisnis di internet. Lihat jangka panjangnya dong. Kalau saya terus menerus nyari duit offline, ini nih hal-hal yang harus saya hadapi:
1. Terjebak macet saat berangkat maupun pulang kerja.
2. Banyak ngeluarin duit untuk bensin.
3. Dapet duit cuma sedikit (setidaknya susah untuk dapet Rp. 5 juta/ bulan).
4. Jarang ngumpul sama isteri (dan anak-anak).
5. Susah konsen S2.

G enak kan? So, walau ada kesulitan, insya' Allah saya pasti bisa melewatinya. Tinggal banyakin doa, usaha yang keras, cerdas, dan ikhlas lalu terakhir tawakkal.

03 Mei 2008

Education Mathematic

Masih nyambung dengan postingan kemarin. Ngomong2 tentang IM, saya rencananya mau ngejual barang2 digital yang berkaitan dengan pendidikan matematika (bahasa kulonnya: education mathematic alias edumath).

Kenapa? Soalnya ngajar matematika itu enak sih. Baik itu yang terkait dengan aljabar, aritmatika, dan geometri. Selalu saja ada soal2 sulit yang bikin saya gregetan. Saat soal2 semacam itu berhasil terpecahkan, betapa senangnya hati ini. Dan hati ini semakin senang saat berhasil mewariskan keberhasilan ini ke siswa2 saya.

I like math!

01 Mei 2008

Belajar Internet Marketing

Hari Rabu kemarin, saya ketemu dan ngobrol2 dengan Pak Muslih tentang internet marketing (IM). FYI, Pak Muslih ini pemilik manggaduakomputer.com dan seorang internet marketer. Tau kan? Itu lho, orang yang nyari duit dengan menjual barang/ jasa lewat internet.

Insya’ Allah ke depannya saya mau menekuni bidang IM ini. Coz saya lihat, ma’isyah ini ma’isyah yang waktunya fleksibel dan potensi mendapatkan duitnya besar. Cocok deh dengan niat saya kuliah lagi di S2 dan S3. Pagi ampe siang kuliah dan penelitian, sore ampe malam nyari duit di internet. Asyik kan?

Nasihat KH Zainuddin MZ ada benarnya lho: ”Seni membuat hidup lebih indah, teknologi membuat hidup lebih mudah, dan iman membuat hidup lebih terarah.”

16 Maret 2008

Kabar Baik Dan Kabar "Buruk"

Hari ini ada 2 kabar, satu baik dan satu "buruk". Sebenarnya dibilang buruk g tepat juga sih, karena setelah saya renungi lagi, justru ini malah bagus. Jadi kalimatnya diubah deh: "hari ini ada 2 kabar, dua-duanya baik".

Kabar baik pertama, alhamdulillah tanggal 15 kemarin, istri saya sudah diwisuda. Horee... akhirnya kesampaian juga meliat istri saya diwisuda. So, namanya sekarang menjadi Nunuk Kurniati, S.Si. Catat baik-baik ya. Jangan lupa dengan gelarnya. Alhamdulillah acara di Unjani kemarin itu lancar; g ada gangguan. Kalau pun ada, paling cuma hujan sebentar.

Kabar baik kedua, saya batal kuliah S1 dan S2 di IIUM. Ternyata setelah saya tanya ke pihak yang berwenang, IIUM g bisa nerima saya kuliah S1 di sana karena secara umur saya sudah lewat. Begitu pun yang S2, karena saya lulusan S1 Kimia maka kalau mau S2, saya hanya bisa ngambil jurusan yang sama. Yaa... terpaksa deh saya ganti rencana. Rencana saya, tahun depan (2009) saya mau S2 di UIN Syarif Hidayatullah, jurusan Syari'ah. Lalu setelah lulus tahun 2011, saya berencana kuliah di ISTAC IIUM. Moga-moga kali ini IIUM tidak menolak saya. Kalau masih ditolak, yaa saya cari kampus lain. Susah amat... Amat aja g susah :)

12 Maret 2008

Sudah Bisa Online Di Rumah Nih!

Alhamdulillah, hari ini, rumah saya sudah "kemasukan" internet. Alhamdulillah berkat ini, saya nggak perlu capek-capek ngantri di warnet/ begadang nungguin jam 11pm untuk dapet jatah komputer kosong.

He he he... mungkin terdengar lucu ya? Punya blog tapi kok belum masang internet? Tapi itulah saya. Ketika membuat blog tanggal 1 Januari kemarin, saya memang belum masang internet. Postingan selalu saya lakukan di warnet. So, teman-teman g usah heran kalau postingan saya banyak bolong-bolongnya. Tau sendiri kan, gimana kondisi warnet? Belum lagi kesibukan pribadi (Ciee... sok sibuk banget!). Gimana g sibuk? Pagi: tidur, siang: bobo, sore: nonton TV, malam: naum (=tidur, Arab). Sibuk kan? :) --> rutinitas buruk, jangan ditiru. Beneran, jangan ditiru!

17 Februari 2008

Libur...

Duh, sudah lama nggak posting nih. Jadi nggak enak. Mohon maklum, baru selesai ujian di MU sih. Alhamdulillah ujian di MU sudah selesai dan sekarang saya dan teman-teman MU sedang liburan. Nggak lama-lama sih, cuma 2 minggu tapi yang penting bisa santaaai...

Capek lho tiap hari berangkat dari rumah jam 6.30 pagi untuk ngejar jadwal di MU. Maklum, dari rumah ke MU saya perlu waktu tempuh 1 jam. Dan kalau saya telat berangkat 10-15 menit aja, langsung deh saya menemui "Setan Jakarta": macet! Wah, kalau diinget-inget g enak deh. Jakarta emang sudah terlalu padet. Jadi nggak nyaman buat tempat tinggal, kerja, dan kuliah. Mungkin kalau ada sebuah kota yang seperti Jakarta tapi nggak macet dan banjir, 99% penduduk Jakarta hijrah kesana kali ya?

Well, udahan dulu. Lagi nggak terlalu mood posting panjang-panjang nih.

16 Januari 2008

Menghafal Al Qur'an Itu Mudah Lho!

Surprise dengan judul di atas? Bukan bermaksud meremehkan sesuatu yang rumit atau mengecilkan sesuatu yang besar. Saya cuma mau cerita pengalaman hari ini yang begitu berkesan sampai-sampai muncul judul di atas.

Semuanya ini bermula dari cerita seorang teman sekelas saya di MU. Namanya Nurul Fajri. FYI, sebelum belajar Bahasa Arab, Nurul sudah menamatkan program Tahfizh (menghafal Al Qur'an) di MU. Sehingga saat bergabung bersama siswa-siswa Bahasa, Nurul sudah mendapatkan gelar Al Hafizh.

Suatu hari, Nurul bercerita tentang cara mudah menghafal Al Qur'an. Dia bilang, jangan langsung mulai menghafal tapi perbanyaklah tilawah terlebih dulu. Nurul memberi contoh: hari pertama 5 juz, hari kedua 10 juz, hari ketiga 15 juz lalu ulangi lagi. Lakukan terus menerus selama beberapa waktu sampai kita terbiasa. Setelah itu barulah mulai menghafal. Cara ini bertujuan agar kita terbiasa dengan isim (noun), fi'il (verb), hurf, dan susunan kalimat dalam ayat-ayat Al Qur'an. So, saat kita mulai menghafal, kita nggak kesulitan mengingat ayat-ayat yang sedang ditarget.

Cara ini saya pakai saat mulai menghafal 3 surat di juz 29, yaitu Al Haqqah, Al Ma'arij, dan Nuh. Dari awal Januari sampai tanggal 15 kemarin, saya berulang-ulang membaca ketiga surat ini agar mudah menghafalnya. Dan itu terbukti hari ini.

Pelajaran pertama hari ini adalah Tafsir. Tapi bukannya belajar Tafsir, Ustadz malah mengecek hafalan kami, khususnya hafalan surat Nuh. Berhubung saya memang belum hafal satu ayat pun, terpaksa deh saya menggunakan jam pelajaran untuk menghafal surat itu mulai dari ayat pertama. Kacau banget ya? Ini sih nggak ada bedanya dengan sistem SKS. Malah mungkin lebih parah. Jangan ditiru ya!

Tapi alhamdulillah, dalam waktu kira-kira 45 menit itu, saya bisa menghafal 10 ayat. Dan saya ingat banget, saat itu terasa enteng dan ringan saat menghafal. Mungkinkah ini efek dari seringnya saya membaca surat Nuh? Wallahu a'lam tapi satu hal yang pasti, cerita Nurul benar-benar bermanfaat. Subhanallah, semoga Allah Ta'ala memberi pahala pada Nurul karena bersedia sharing kepada saya.

So, kalau sekarang saya ditanya, "Susah nggak sih menghafal Al Qur'an?"

Jawabannya, "Nggak, gampang kok!"

Tapi jangan lupa untuk muraja'ah (mengulang-ulang). Karena hafalan Al Qur'an sangat gampang hilang kalau kita males/ lupa/ enggan muraja'ah. Dan saya rasa inilah bagian yang susahnya: muraja'ah hafalan.

Tapi bukankah tidak ada kesuksesan yang didapatkan tanpa kesulitan?